Lab Mekanika Tanah

Lab Mekanika Tanah

Lab Mekanika Tanah adalah layanan pengujian sampel tanah di laboratorium yang bertujuan mendapatkan ketelitian yang lebih akurat tentang jenis dan sifat tanah, baik dalam keadaan asli maupun akibat adanya pembebanan. Layanan ini mencakup 11 jenis pengujian yang dapat dipilih dan dikombinasikan sesuai kebutuhan proyek, jenis tanah, dan tingkat ketelitian yang diminta.

Pengujian dilakukan pada sampel tanah dari deep boring, test pit, atau pengambilan langsung di lokasi, baik sampel terganggu (disturbed) maupun sampel tidak terganggu (undisturbed). Seluruh pengujian dikerjakan oleh tenaga laboratorium berpengalaman, dan hasilnya dianalisis oleh engineer geoteknik agar langsung dapat dipakai untuk desain.

Pengujian sifat fisik dan klasifikasi tanah

  • Extruder Test: pengeluaran sampel dari tabung sampel menggunakan alat extruder, diikuti pengamatan dan deskripsi visual tanah (jenis, warna, konsistensi, dan kondisi sampel). Tahap ini menjadi langkah awal sebelum sampel diuji lebih lanjut.
  • Water Content (Kadar Air): menentukan perbandingan berat air terhadap berat butiran tanah kering. Kadar air memengaruhi kekuatan dan konsistensi tanah serta menjadi data dasar klasifikasi dan banyak perhitungan geoteknik.
  • Unit Weight (Berat Isi): menentukan berat tanah per satuan volume, baik basah maupun kering. Parameter ini diperlukan untuk perhitungan daya dukung pondasi, tekanan tanah, stabilitas lereng, dan penurunan.
  • Specific Gravity (Berat Jenis): menentukan perbandingan berat butiran tanah terhadap berat air pada volume yang sama menggunakan piknometer. Nilainya diperlukan untuk menghitung angka pori, porositas, derajat kejenuhan, dan pengolahan analisis hidrometer.
  • Atterberg Limit: menentukan batas cair, batas plastis, dan indeks plastisitas tanah berbutir halus. Data ini dipakai untuk mengklasifikasikan lanau dan lempung, menilai potensi kembang susut, serta kecocokan tanah sebagai material timbunan.
  • Sieve Analysis (Analisis Saringan): menentukan sebaran ukuran butiran tanah kasar (kerikil dan pasir) menggunakan susunan saringan, dan menghasilkan kurva gradasi untuk klasifikasi dan penilaian material timbunan atau filter.
  • Hydrometer Analysis: menentukan sebaran ukuran butiran halus (lanau dan lempung) berdasarkan kecepatan pengendapan butiran dalam larutan. Hasilnya digabungkan dengan sieve analysis untuk mendapatkan kurva distribusi butiran yang lengkap.

Pengujian sifat mekanik tanah

  • Consolidation (Konsolidasi): mengetahui seberapa besar dan seberapa cepat tanah akan turun ketika dibebani. Sampel tidak terganggu dibebani bertahap sambil diukur penurunannya. Pengujian ini sangat penting untuk tanah lempung lunak.
  • Triaxial CU/UU: menentukan kuat geser tanah pada sampel silinder yang diberi tekanan dari samping lalu dibebani hingga runtuh. UU (Unconsolidated Undrained) menggambarkan kuat geser pada pembebanan cepat tanpa pengaliran air. CU (Consolidated Undrained) mengonsolidasikan sampel lebih dulu dan mengukur tekanan air pori sehingga diperoleh parameter kuat geser total maupun efektif.
  • Unconfined Compressive Strength (UCS): uji tekan bebas untuk tanah kohesif tanpa tekanan dari samping. Pengujian ini cepat dan sederhana, dan menghasilkan kuat tekan bebas (qu) untuk memperkirakan kuat geser tanah lempung.
  • Direct Shear: menentukan kuat geser tanah dengan menggeser sampel langsung di dalam kotak geser pada beberapa beban normal. Hasilnya berupa kohesi dan sudut geser dalam untuk perhitungan daya dukung, tekanan tanah, dan stabilitas lereng.

Hasil pengujian ini menjadi dasar perhitungan geoteknik, mulai dari daya dukung pondasi dan penurunan bangunan hingga stabilitas lereng, galian, dan timbunan.

Lab Mekanika Tanah

Lingkup Pekerjaan & Tahapan Kerja

  1. Penerimaan SampelSampel dari lapangan diterima, diperiksa kondisinya, dan dicatat identitas lokasi serta kedalamannya.
  2. Registrasi & PelabelanSetiap sampel diberi kode agar dapat ditelusuri sampai laporan akhir.
  3. Penentuan Program PengujianKami menentukan jenis pengujian yang diperlukan sesuai tujuan proyek, jenis tanah, dan kebutuhan desain, sehingga pengujian efisien dan tidak berlebihan.
  4. Persiapan SampelSampel dikeluarkan dari tabung (Extruder Test), dideskripsikan, lalu dipotong dan disiapkan sesuai kebutuhan masing-masing pengujian.
  5. Pelaksanaan PengujianPengujian dikerjakan oleh tenaga laboratorium sesuai prosedur tiap jenis uji, dengan rincian di bawah ini.
  6. Pengolahan & Analisis DataData diolah dan dianalisis oleh engineer geoteknik untuk menentukan parameter tanah.
  7. PelaporanHasil disusun dalam laporan pengujian yang lengkap dan jelas, lalu dijelaskan kepada Anda bila diperlukan.

Rincian pelaksanaan tiap pengujian:

  • Extruder Test: pengeluaran sampel dari tabung secara perlahan, pengamatan dan deskripsi visual, serta pemotongan dan pelabelan sampel
  • Water Content: penimbangan sampel basah, pengeringan dalam oven pada suhu terkontrol hingga berat konstan, penimbangan sampel kering, dan perhitungan kadar air
  • Unit Weight: pengukuran dimensi dan penimbangan sampel, lalu perhitungan berat isi basah dan kering
  • Specific Gravity: pengujian dengan piknometer, penghilangan udara dari campuran, pengukuran suhu dan berat, serta perhitungan specific gravity
  • Atterberg Limit: pengujian batas cair dan batas plastis pada tanah berbutir halus, lalu perhitungan indeks plastisitas dan klasifikasi
  • Sieve Analysis: pengeringan dan penimbangan sampel, pencucian bila diperlukan, pengayakan melalui susunan saringan, penimbangan tanah tertahan, dan pembuatan kurva gradasi
  • Hydrometer Analysis: pencampuran sampel dengan larutan pendispersi, pengendapan dalam tabung, pembacaan hidrometer dan suhu pada selang waktu tertentu, dan penggabungan dengan hasil sieve analysis
  • Consolidation: penyiapan sampel tidak terganggu dalam cincin, pembebanan bertahap dengan pembacaan penurunan terhadap waktu, pelepasan beban, dan perhitungan parameter konsolidasi
  • Triaxial CU/UU: penyiapan sampel silinder, pemberian tekanan sel (dan tahap konsolidasi pada CU), pembebanan aksial hingga runtuh dengan pembacaan beban, deformasi, dan tekanan air pori, pada beberapa tekanan sel
  • Unconfined Compressive Strength: pengukuran dimensi dan berat sampel silinder, pembebanan aksial bertahap hingga runtuh, serta pencatatan beban dan deformasi
  • Direct Shear: penempatan sampel pada kotak geser, pemberian beban normal, pergeseran horizontal dengan kecepatan terkontrol, dan pengulangan pada beberapa beban normal

Output yang Anda Dapatkan

Secara umum, Anda mendapatkan laporan pengujian laboratorium yang lengkap, data hasil pengujian tiap sampel terhadap kedalaman, serta rekomendasi parameter tanah untuk analisis dan desain geoteknik. Hasil tiap pengujian meliputi:

  • Extruder Test: deskripsi visual lapisan tanah per kedalaman, dokumentasi foto, dan catatan kondisi sampel
  • Water Content: nilai kadar air (%) tiap sampel dan profil kadar air terhadap kedalaman
  • Unit Weight: berat isi basah dan berat isi kering tanah
  • Specific Gravity: nilai specific gravity (Gs) tiap sampel
  • Atterberg Limit: batas cair (LL), batas plastis (PL), indeks plastisitas (PI), grafik batas cair, klasifikasi tanah, dan indikasi potensi kembang susut
  • Sieve Analysis: kurva distribusi butiran, persentase kerikil, pasir, dan butiran halus, serta parameter gradasi (D10, D30, D60, Cu, dan Cc)
  • Hydrometer Analysis: kurva distribusi butiran halus, persentase lanau dan lempung, serta kurva distribusi butiran gabungan
  • Consolidation: kurva angka pori terhadap tekanan, indeks kompresi (Cc) dan indeks mengembang (Cs), koefisien konsolidasi (Cv), tekanan prakonsolidasi, dan data penurunan terhadap waktu
  • Triaxial CU/UU: kurva tegangan-regangan, lingkaran Mohr dan selubung keruntuhan, serta parameter kuat geser: kohesi (c) dan sudut geser dalam (φ), serta parameter efektif (c’ dan φ’) pada pengujian CU
  • Unconfined Compressive Strength: nilai kuat tekan bebas (qu), perkiraan kuat geser tak terdrainase (cu), kurva tegangan-regangan, dan deskripsi pola keruntuhan
  • Direct Shear: kurva tegangan geser terhadap perpindahan, selubung keruntuhan, serta kohesi (c) dan sudut geser dalam (φ)

Kenapa memilih PT Cipta Reka Nusantara untuk pengujian tanah?

  • Pengujian lengkap, dari sifat fisik hingga sifat mekanik tanah
  • Terintegrasi dengan survey soil investigasi (sondir dan deep boring) dan desain pondasi
  • Pengujian dikerjakan sesuai prosedur dan didokumentasikan dengan baik
  • Hasil dianalisis engineer sehingga langsung berguna untuk desain
  • Laporan jelas dan siap digunakan oleh perencana dan kontraktor

Butuh data pengujian tanah yang akurat?

Hubungi Kami