Fotogrametri drone cocok digunakan untuk:
- Pemetaan lahan luas untuk perumahan, kawasan industri, perkebunan, dan tambang
- Pembuatan peta dasar dan peta kontur untuk perencanaan
- Pemantauan progres pembangunan dari waktu ke waktu
- Perhitungan volume, misalnya tumpukan material atau galian dan timbunan
- Dokumentasi kondisi lahan dan lingkungan sekitar proyek
- Pembuatan model 3D bangunan atau lahan
Ketelitian hasil ditingkatkan dengan memasang titik kontrol tanah (ground control point) yang diukur dengan GPS geodetik, sehingga peta memiliki posisi dan ketinggian yang terikat ke sistem koordinat.

Lingkup Pekerjaan & Tahapan Kerja
- Konsultasi & Perencanaan MisiKami menentukan area, resolusi hasil yang dibutuhkan, dan jenis produk akhir, lalu menyusun rencana jalur terbang.
- Survei Lokasi & Pengecekan KondisiTim memeriksa kondisi lokasi, area terbang, dan faktor cuaca serta ketentuan penerbangan drone yang berlaku.
- Pemasangan & Pengukuran Titik KontrolTitik kontrol tanah dipasang dan diukur koordinatnya agar hasil peta akurat.
- Pengambilan Foto UdaraDrone terbang mengikuti jalur yang telah direncanakan dan mengambil foto dengan tingkat tumpang tindih yang sesuai.
- Pengolahan FotoFoto diolah untuk menghasilkan peta foto (ortofoto), model permukaan, dan awan titik (point cloud).
- Pembuatan Produk PemetaanDari hasil olahan dibuat peta kontur, model elevasi, dan model 3D sesuai kebutuhan.
- Pemeriksaan Kualitas & PelaporanHasil diperiksa terhadap titik kontrol, lalu disusun dalam laporan.
Output yang Anda Dapatkan
- Peta foto udara (ortofoto) area survei
- Model elevasi permukaan dan medan (DSM dan DTM)
- Peta kontur
- Model 3D lahan atau bangunan
- Perhitungan volume bila dibutuhkan
- Data titik kontrol dan laporan hasil pemetaan
- File hasil dalam format yang siap digunakan untuk perencanaan dan dokumentasi
Terintegrasi dengan Layanan CRN Lainnya
PT Cipta Reka Nusantara mengerjakan survei, desain, engineering, dan perizinan dalam satu tim. Data dari layanan ini langsung dimanfaatkan pada pekerjaan berikutnya, sehingga tidak perlu pengukuran ulang dan setiap tahap proyek memakai acuan yang sama.
- Ketelitian terukur: titik kontrol tanah (ground control point) diukur dengan GPS Geodetic sehingga ortofoto dan model elevasi terikat ke koordinat yang benar.
- Dasar perencanaan: ortofoto, peta kontur, dan model 3D memudahkan perencanaan tapak pada Desain Arsitektur dan Detail Engineering Design (DED), terutama untuk lahan yang luas.
- Pemantauan proyek: pemetaan berkala merekam progres pembangunan serta volume galian dan timbunan dari waktu ke waktu.
- Dokumentasi kondisi: foto udara dan model 3D bangunan atau tower menjadi data visual pendukung Audit Struktur Pabrik & Gudang dan Perkuatan Tower.